Sejarah

 


Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan Jakarta didirikan berdasakan keputusan Kerajaan Belanda(Koninlijkbsluit )  tertanggal 30 Desember 1865 No 100 dan berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal ( Gouvernuer General ) tertanggal 14 April 1867,namun pembangunannya baru dimulai pada tahun 1876.
Dasar hukum pendirian Rumah Sakit Jiwa adalah"Het Reglement op het Krankenzenigenwezen" (Stbl.1987 Nomor 54 dengan segala perubahan dan Tambahan-tambahannya ).atas dasar perubahan tersebut bentuk pelayanan Rumah Sakit Jiwa tidak melayani pasien secara langsung (Tertutup) dari masyarakat.Rumah Sakit Jiwa hanya menerima pasien dari Kejaksaan,Kepolisian,Pamong Praja dan Instansi Pemerintah lainya atas dasar indikasi gangguan jiwa berat.Sehingga sekarang masih melekat pengertian masyarakat bahwa Rumah Sakit Jiwa Hanya melayani pasien yang mengalami gangguan jiwa berat.Dalam rangka memenuhi harapan pengabdian dan peningkatan ilmu pelayanan di bidang Penyakit Jiwa, Kabinet di Indonesia (Ex Nederlands Indie) mengirimkan surat dinas kepada Inspektur Urusan Asylum di negeri Belanda pad bulan September 1865,Kemudian disusul dengan laporan Menteri Penjajahan ratu Wiehelmina tertanggal 29 Desember 1865 yang isisnya adalah menyetujui untuk mendirikan Rumah-rumah Sakit Jiwa di Indonesia.
Sebenarnya usaha kesehatan jiwa di Jakarta sudah dimulai sejak jaman penjajahan  Hindia Belanda pada tahun 1824, Yaitu dengan mengadakan penempungan 100.orang pasien ganguan mental di salah satu Rumah Sakit mi;ik Persatuan Orang Cina di Indonesia ( POCI ),dan pada tahun 1923 pasien-pasien tersebut dipindahkan ke Rumah Sakit Jiwa di daerah Grogol Yang baru dibuka oleh pemerintahan Hindia Belanda.
Pada tahun 1942 sampai 1945 Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan yang pada waktu itu bernama Rumah Sakit Jiwa Grogol dipakai sebagai kamp konsentrassi untuk tahanan politik oleh fasisme Jepang sementara pasien yang di rawat saat itu dipindankan ke Rumah Sakit Jiwa Pusat Bogor (Rumah Sakit Jiwa Cilendek).
Pada tahun 1946 Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan dipakai sebagai pos Pertahan KNIL Belanda.Beberapa kali Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan mengalami bencana Banjir sehingga pasien-pasien yang ada di evakuasi ke Rumah Sakit JIwa Pusat Bogor pada tahun 1963 dan tahun1996 sesuai kebijakan Depatemen Kesehatan Jiwa pada tanggal 20 Desember 1965,Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan sebagai proyek pelopor kesehatan jiwa dibidang prevensi ,kurasi, sedsngkan bidang rehabilitasinya dipusatkan di Rumah Sakit Jiwa Bogor.Dengan memberikan pelayanan intramural dan ekstramural di luar Rumah Sakit.
Untuk menhilangkan Stigma Masyarakat , nama Rumah Sakit Jiwa grogol dirubah dengan nama Rumah Sakit Jiwa  Jakarta pada tahun 1973,kemudian pada tahun 1993 dirubah  dengan nama Rumah Sakit Jiwa Pusat Jakarta dan terahir pada tahun 2002 di rubah lagi menjadi Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan Jakarta

Landasan Hukum

No

No.Surat Keputusan / Ketentuan

Lainya

Perihal

Tanggal Penetapan

1

UU 1/2004 dan PP 23/ 2005

Tentang Perbendaharaan Negara dan PPK-BLU

14 Januari 2004/ 13 juni 2005

2

Keputusan Menteri Keuangan Nomor:  277/KMK.05/2007

Tentang Penetapan Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan Jakarta padaDepartemen Kesehatan Sebagai Instansi Pemerintah Yang Menerapkan PolaPengelolaan Badan Layanan Umum

21 Juni 2007

3

Keputusan Menteri Kesehatan R.I.No.756/Menkes/SK/VI/2007

Tentang Penetapan 15 Rumah Sakit Unit Pelaksana Teknis DepartemenKesehatan.Dengan Menrapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLU.

26 Juni 2007 2008

4

Peraturan Menteri Kesehatan R.I. No.252/MenKes/Per/III/2008

Tentang Organisasi dan Tata kerja Rumah Sakit Jiwa Dr.SoehartoHeerdjan Jakarta

11 Maret